Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menanggapi pernyataan kontroversial Sir Jim Ratcliffe tentang imigran yang “menjajah” Inggris. Meski tidak mengomentari secara langsung ucapan Ratcliffe, Guardiola menekankan bahwa pandangan semacam itu adalah masalah serius yang dihadapi banyak negara.

Menurut Guardiola, persepsi bahwa imigran menjadi sumber masalah ekonomi atau sosial adalah salah kaprah. Ia menekankan pentingnya memahami konteks di balik perpindahan orang, yang sering kali didorong oleh kondisi sulit di negara asal mereka.
“Setiap orang ingin hidup lebih baik dan memberikan masa depan yang baik bagi keluarga. Peluang terkadang datang dari tempat kita lahir atau tempat tujuan kita,” ujar Guardiola. Ia menekankan pentingnya pendekatan inklusif terhadap imigran agar masyarakat dapat berkembang secara positif.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dampak dan Reaksi atas Pernyataan Ratcliffe
Sir Jim Ratcliffe, pemilik bersama Manchester United, sebelumnya menuai kritik atas pernyataannya tentang imigran. Perdana Menteri Sir Keir Starmer, organisasi anti-diskriminasi Kick It Out, dan penggemar United mengecam pandangannya. Ratcliffe kemudian meminta maaf atas pilihan kata-katanya.
Manchester United mencoba membatasi dampak negatif dengan menyatakan klub bangga menjadi institusi yang inklusif dan ramah. FA dikabarkan memantau situasi tersebut, meski belum ada investigasi resmi yang diluncurkan.
Guardiola menekankan bahwa kasus ini mencerminkan isu global: ketakutan terhadap orang asing atau imigran bukanlah hal unik Inggris, tetapi masalah yang muncul di banyak negara di dunia.
Baca Juga: Rodri Didakwa FA: Kontroversi Komentar Wasit yang Bisa Berujung Larangan Bermain
Pentingnya Merangkul Budaya Lain

Guardiola menekankan bahwa masyarakat akan lebih baik bila budaya lain diterima dan dihargai. Ia percaya bahwa diskriminasi berbasis warna kulit atau asal negara harus dihapuskan.
“Semakin kita merangkul budaya lain—sungguh-sungguh merangkulnya—semakin baik masyarakat itu,” kata Guardiola. Ia juga menekankan perlunya memahami alasan di balik migrasi, bahwa orang meninggalkan negara asal bukan karena ingin, tetapi karena kondisi yang memaksa mereka mencari peluang baru.
Bagi Guardiola, sepak bola bukan sekadar olahraga; ia juga platform untuk mengajarkan toleransi, inklusi, dan kerja sama antarbudaya. Pesan ini relevan tidak hanya untuk pemain dan penggemar, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menghadapi tantangan global terkait imigrasi dan keberagaman.
Seruan Guardiola untuk Dunia
Guardiola menyampaikan bahwa perubahan perspektif terhadap imigran akan membawa dampak positif jangka panjang. Pandangan inklusif ini mendorong masyarakat untuk menghargai perbedaan dan memperkuat solidaritas sosial.
Menurutnya, masyarakat yang mampu menerima budaya baru akan lebih harmonis, produktif, dan berdaya saing. Pesannya jelas: penerimaan dan penghargaan terhadap orang lain bukan hanya tindakan moral, tetapi investasi sosial yang bermanfaat untuk masa depan.
Dengan pendekatan ini, Guardiola menekankan peran penting figur publik, termasuk pelatih sepa kbola, dalam memengaruhi pandangan masyarakat terhadap isu sensitif seperti imigrasi dan keberagaman. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalinitiative.org.
